Gelang Shakha Pola & Loha

Gelang Shakha Pola & Loha

pengantar

Simbol adalah ekspresi kuat dari budaya manusia. Budaya tidak stagnan. Hal ini berubah dengan waktu, ruang dan kebutuhan jual beli jam tangan branded second. Budaya diserap melalui instruksi langsung atau melalui pengamatan, imitasi serta adaptasi. Sosialisasi yang terus menerus membuat individu menginternalisasikan pemikirannya.

Mengenakan simbol pernikahan mendukung tradisi dan adat istiadat. Adat adalah manifestasi dari sebagian orang yang ingin merancang masyarakat sesuai kebutuhan dan kepentingan mereka. Mereka dirancang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Pikiran Dibalik:

Wanita Hindu terutama wanita Bengali dan juga dalam budaya Bihari mereka memakai simbol pernikahan tertentu seperti Shakha, Pola, Loha dan Sindoor. Shakha adalah gelang putih yang terbuat dari kulit kerang dan Pola adalah gelang merah yang terbuat dari karang merah. Ada gelang besi yang disebut Loha.

Shakha dan Pola dikenakan di kedua tangan. Pengantin wanita harus memakai Pola antara Shakha atau gelang besi. Dikatakan bahwa gelang logam besi menjaga keseimbangan antara kekuatan positif dan negatif. Itu hanya dipakai di tangan kiri. Itu mungkin atau mungkin tidak ditutupi oleh emas.

Sindoor adalah vermilion yang diaplikasikan pada belahan rambut. Penggunaan Sindoor oleh seorang wanita menyiratkan bahwa dia sudah menikah. Semua ini adalah simbol pernikahan bagi wanita Hindu Bengali. Banyak yang percaya bahwa memakai ini bisa menangkal pertanda buruk dan meningkatkan kecantikan pengantin dan juga cinta di antara pasangan.

Pentingnya

Shakha & Pola adalah ornamen utama wanita yang sudah menikah. Sekarang hari ini telah menjadi seperti perhiasan berharga untuk setiap wanita yang sudah menikah. Kebiasaan ini paling populer di bagian timur India serta di India utara. Di Benggala Barat menurut budaya Bengali, Shakha & Pola memiliki arti yang sangat penting. Sebelum hari pernikahan Bengali yang sebenarnya, wanita yang sudah menikah melakukan ritual yang disebut Dodhi Mangal di mana mereka merendam gelang yang terbuat dari cangkang dalam air campuran kunyit. Tujuh wanita yang sudah menikah menyerahkan Shakha Pola ke tangan pengantin wanita. Ini melambangkan sebagai tujuh bentuk Dewi.

Ini adalah cangkang yang dibuat secara alami hanya perlu diukir dengan hati-hati & kesabaran. Shakha meskipun tampaknya tegas bisa menjadi rapuh jika ditangani sembarangan. Demikian pula dalam kehidupan pernikahan, pengantin wanita perlu memastikan bahwa dia memenuhi tanggung jawabnya tanpa kehilangan pesona, kepekaan & moralnya disertai dengan pemikiran yang baik.

Aspek Indah:

Kebiasaan adalah halaman emas lain dari kehidupan pernikahan. Shakha & Pola adalah berkah alam bagi wanita yang sudah menikah. Ini bukan hanya hiasan tetapi juga kebanggaan bagi wanita yang sudah menikah.

Leave a Comment