Cara Kerja Crowdfunding dan Tips Pengumpulan Danamu Goal

Tahukah kamu apa itu crowdfunding? Crowdfunding berasal dari kata “crowd” yang memiliki arti sejumlah besar orang, dan “funding” yaitu pengumpulan dana. Itu berarti, crowdfunding merupakan proses pengumpulan dana dari sejumlah besar orang untuk suatu proyek atau bisnis.

Dalam bahasa Indonesia sendiri, crowdfunding Indonesia disebut dengan urun dana. Dikutip dari KBBI, crowdfunding adalah pendanaan suatu usaha, proyek, dan sebagainya yang melibatkan masyarakat, biasanya melalui jejaring internet.

Dulu, secara konvensional para pengusaha pergi ke lembaga keuangan seperti bank, untuk mengajukan pinjaman tambahan modal kerja. Kemudian, bank akan memberikan pinjaman dengan mengenakan bunga yang harus dibayarkan oleh pengusaha tersebut.

Namun kini, melalui platform crowdfunding, pengusaha/perorangan yang membutuhkan tambahan modal dapat meminjam langsung kepada investor yang memiliki dana tanpa melalui bank. Investor akan mendapatkan imbal hasil berupa bunga yang dibayarkan oleh peminjam. Maka tak heran bila banyak orang yang melakukan investasi mulai 100 ribupada platform ini.

Cara Kerja Crowdfunding

Crowdfunding memiliki dua pilar, yaitu adanya website atau situs untuk di akses dan pemilik modal. Bisnis yang kamu miliki nantinya akan didaftarkan dan ditampilkan ke dalam sebuah website agar investor dapat langsung menanamkan dana ke dalam bisnis milikmudan berharap mendapatkan Investasi 100 ribu.

Proses ini biasanya memakan waktu beberapa hari hingga minggu. Jika dana yang terkumpul sudah mencapai target, maka dana tersebut dapat dicairkan ke rekening milikmu.

Pada umumnya, proses pengumpulan dana hingga mencapai target tidaklah semudah itu. Namun jangan khawatir, karena kumparan telah merangkum 3 cara untuk mengoptimalkan peminjaman dana melalui equity crowdfunding.

1.Buatlah Proposal Menarik

Agar orang tertarik menanamkan dananya kepada bisnis yang kamu ajukan, kamu dapat menyiapkan proposal usaha yang menarik, interaktif, dan informatif. Hal ini agar informasi yang diberikan dapat diterima dengan baik untuk mereka yang ingin menanamkan dananya pada usaha atau bisnis milikmu.

Informasi yang diberikan juga harus lengkap seperti jenis usaha, proses manajemennya, proses pemasarannya, hingga tujuan utama dari bisnis yang sedang kamu jalani.

Agar lebih menarik, kamu dapat menyajikan proposal tersebut dalam bentuk video.

2. Daftarkan ke Platform Crowdfunding

Jika kamu sudah merasa proposal yang kamu buat telah matang, dan sempurna, kamu dapat mencari platform crowdfunding Indonesia yang tepercaya dan memiliki regulasi yang resmi agar segala proses transaksi yang dilakukan lebih aman.

3. Pantau Perkembangan dari Proposal yang Diajukan

Setelah memilih platform, unggah proposal usaha yang sudah dibuat. Setelah mengunggahnya jangan lupa untuk terus memantau perkembangan dari proses pengumpulan funding tersebut.

Apabila ada pertanyaan yang diajukan pemilik modal terkait usaha maupun bisnismu, kamu dapat memberikan jawaban yang singkat padat dan jelas. Hal ini agar para pemilik modal tertarik dan yakin untuk menanamkan modalnya untuk bisnis milikmu.

Leave a Comment