7 Hal Unik dan Menarik Dari Daur Hidup Capung

Proses Daur Hidup Capung, Wajib Diketahui! | Popmama.com
source gambar : popmama.com

Capung menjadi salah satu serangga yang begitu mudah ditemukan di mana saja. Sebagian besar capung berwarna hijau, namun beberapa jenis lainnya bisa ditemukan dalam warna yang lain.

Serangga kecil ini pada umumnya senang terbang di area-area terbuka, bahkan untuk waktu yang sangat lama sekalipun. Hal ini didukung oleh kondisi fisiknya yang ramping dan sepasang sayapnya yang kuat.

Ada banyak hal menarik lainnya dalam daur hidup capung, beberapa di antaranya seperti berikut ini:

  • Termasuk serangga purba

Capung memang memiliki bentuk tubuh yang unik dan menarik, bahkan terbilang berbeda dari berbagai jenis serangga lainnya yang mudah ditemukan di tanah air.

Jika melihat perjalanan hidupnya, capung termasuk serangga purba yang sudah hidup sejak zaman dulu kala. Diperkirakan serangga ini bahkan sudah ada sejak 300 juta tahun yang lalu.

  • Sangat mudah ditemukan

Meski termasuk serangga yang membutuhkan waktu sangat panjang untuk bisa berkembang biak dan menghasilkan telur, capung justru sangat mudah ditemukan di mana saja.

Serangga yang satu ini bisa hidup di berbagai kawasan, terutama untuk wilayah-wilayah beriklim tropis seperti Indonesia. Capung bisa ditemukan di berbagai tempat, mulai dari taman, lapangan, perladangan, hingga di sekitar rumah.

  • Menghasilkan telur yang banyak

Capung membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk memiliki alat reproduksi yang sempurna, sehingga akhirnya bisa berkembang biak dan menghasilkan banyak telur.

Dalam sekali proses pembuahan saja, seekor capung betina bisa menghasilkan sekitar 100.000 telur sekaligus. Ini tentu jumlah yang luar biasa banyak, bukan?

Setelah bertelur, capung betina akan menempatkan telur-telurnya tersebut di atas tumbuhan-tumbuhan air maupun di kolam. Hal ini untuk melindungi telur-telur tersebut dari para predator.

  • Kelaminnya bisa dibedakan lewat ekornya

Berbeda dengan serangga pada umumnya yang terbilang sulit dibedakan antara jantan dengan betina, capung justru lebih mudah dikenali dan dibedakan jenis kelaminnya.

Capung betina dan capung jantan bisa dibedakan berdasarkan bentuk ekor mereka. Jika betina memiliki bentuk ekor yang lancip dengan 2 ujung seperti gunting, maka ekor capung jantan justru berbentuk seperti ujung pena saja.

Di dalam daur hidup capung, betina dan jantan akan melakukan perkawinan yang memungkinkan capung betina menghasilkan banyak telur sekaligus dalam satu kali perkawinan.

  • Nimfa hidup di air

Telur capung membutuhkan waktu sekitar 2 minggu untuk menetas dan berubah menjadi nimfa. Pada umumnya, nimfa muda ini akan hidup selama beberapa waktu di dalam air.

Namun setelah beberapa minggu, nimfa akan meninggalkan air dan menuju daratan. Selanjutnya, nimfa ini akan hidup dan menetap di daratan hingga menjadi capung dewasa.

  • Capung muda mengalami fase hidup yang lama

Capung muda atau nimfa mengalami fase hidup yang terbilang panjang, bahkan bisa sampai sekitar 4 tahunan, hingga akhirnya berubah menjadi seekor capung dewasa.

  • Berganti kulit berulang-ulang

Selama menjadi nimfa, capung akan mengalami proses pergantian kulit sekitar 8 sampai 12 kali. Kulit capung yang tadinya lunak akan berubah menjadi lebih keras sebagaimana layaknya capung dewasa.

Namun daur hidup capung dewasa justru terjadi begitu singkat, yakni sekitar 2 sampai 4 bulan saja. 

Capung memiliki daur hidup yang menarik

Mudah ditemukan di mana saja, capung memang memiliki daur hidup yang unik dan terbilang cukup panjang.

Serangga yang satu ini bahkan termasuk salah satu yang paling tua dan bisa bertelur hingga 100 ribu untuk satu kali pembuahan saja.

Leave a Comment